
Harga emas kembali mencetak rekor dan kini bergerak sangat dekat dengan level psikologis $5.000 per ons. Kenaikan ini bukan cuma soal permintaan safe-haven, tapi juga karena banyak investor mulai “menjauh” dari aset yang dianggap rentan, seperti mata uang dan obligasi pemerintah.
Dari data yang elu kirim, emas sempat melesat di atas $4.960 pada perdagangan awal dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan lebih dari 7%. Perak juga ikut panas sampai menyentuh rekor, menunjukkan minat ke logam mulia lagi kenceng-kencengnya.
Dorongan pentingnya datang dari dolar AS yang melemah. Saat dolar turun, emas jadi terasa lebih murah buat pembeli di luar AS—ini sering bikin permintaan ikut nambah dan reli makin cepat.
Sentimen juga dipicu faktor “headline risk”: mulai dari geopolitik (termasuk Venezuela, Iran, Greenland) sampai kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS. Reuters mencatat, isu independensi The Fed ikut disorot setelah Mahkamah Agung AS menunjukkan sikap skeptis atas langkah yang terkait upaya menggoyang pejabat Fed.
Di sisi kebijakan, pasar menunggu siapa pilihan Trump untuk ketua The Fed berikutnya. Trump mengatakan proses wawancara kandidat sudah selesai dan pengumuman akan segera datang—kalau sosoknya dinilai lebih dovish, pasar bisa makin agresif memasang skenario pemangkasan suku bunga, yang biasanya mendukung emas (karena emas tidak memberi imbal hasil).
Yang bikin “narasi bullish” makin kuat: Goldman Sachs menaikkan proyeksi emas akhir 2026 ke $5.400/oz, dengan alasan permintaan dari investor privat dan bank sentral makin intens, sementara ketidakpastian kebijakan global belum hilang. Tapi tetap ada risiko koreksi kalau tensi mereda dan dolar balik menguat—jadi pasar bakal sensitif pada headline dan data AS berikutnya.
1. Emas naik mendekati $5.000/oz karena dolar melemah, ditambah risiko geopolitik dan kekhawatiran soal independensi The Fed.
2. Dalam perdagangan awal, emas sempat tembus di atas $4.960 dan berpeluang naik >7% dalam sepekan; perak juga cetak rekor. (berdasarkan materi yang elu kirim)
3. Pasar lagi masuk mode “debasement trade”: investor mengurangi eksposur ke mata uang & obligasi, pindah ke aset alternatif seperti emas.
4. Pasar menunggu pilihan Trump untuk ketua The Fed berikutnya—isu ini bikin spekulasi soal arah suku bunga makin liar.
5. Goldman Sachs menaikkan target emas akhir 2026 ke $5.400/oz (dari $4.900). (az)
Sumber: Newsmaker.id