
Harga minyak bergerak stabil ketika investor menimbang dua hal besar: pasokan yang mulai pulih dari jalur ekspor penting di Laut Hitam, dan risiko gangguan produksi dari Iran.
Brent terjual di bawah $66 per barel setelah sempat melonjak 2,8% pada hari Jumat—kenaikan harian terbesar dalam dua minggu. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar $61.
Kabar utama datang dari Caspian Pipeline Consortium (CPC). Mereka menyatakan sudah mengaktifkan kembali offshore mooring yang sebelumnya bermasalah. Ini membuat aliran minyak bisa kembali berjalan melalui rute yang menampung sebagian besar ekspor Kazakhstan.
Namun pasar tidak hanya melihat pasokan. Fokus juga mengirimkan pesan ke Iran setelah Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Teheran. Situasi ini membuat harga minyak mendapat tambahan “premi risiko”.
Trump disebut telah mengirim aset angkatan laut ke Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi bahwa ancaman untuk menyerang rezim Iran bisa saja benar-benar diambil, yang berpotensi mengganggu output Iran.
Pada pukul 07:43 di Singapura, Brent untuk penyelesaian turun 0,3% menjadi $65,65 per barel. WTI untuk pengiriman Maret turun 0,4% menjadi $60.85 per barel.(asd)
Sumber: Newsmaker.id