
Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan dengan penurunan ringan di sekitar 1,1465 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Dolar AS (USD) naik tipis terhadap Euro (EUR) di tengah keputusan Federal Reserve (The Fed) yang hawkish untuk mempertahankan suku bunga. Para pedagang bersiap menghadapi data pendahuluan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal II dari Jerman dan Zona Euro. The Fed memilih untuk membiarkan suku bunga tidak berubah di kisaran 3,5%-3,75% pada pertemuan kebijakan bulan Juli pada hari Kamis. Meski pasar secara luas memprakirakan bank sentral AS akan tetap menahan suku bunga, Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, Beth Hammack dari Cleveland, dan Kepala The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, menyatakan perbedaan pendapat dan mendukung menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp).
Selama konferensi pers, Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengatakan bahwa meskipun The Fed tidak akan memberikan petunjuk ke mana arah kebijakan suku bunga, bank sentral akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai target inflasi 2%. Data PDB Zona Euro dan Jerman akan menjadi sorotan lebih lanjut pada hari Kamis. Para ekonom memprakirakan PDB Zona Euro menunjukkan ekspansi moderat 0,2% QoQ pada Kuartal II setelah kontraksi 0,2% sebelumnya. PDB Jerman diproyeksikan tumbuh 0,1% QoQ pada Kuartal II, dibandingkan 0,3% sebelumnya. Jika laporan tersebut menunjukkan hasil yang lebih kuat dari prakiraan, hal ini dapat mengangkat mata uang bersama dalam waktu dekat.
Pengambil kebijakan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Peter Kazimir, mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral perlu menaikkan suku bunga setidaknya satu kali lagi untuk menahan inflasi, dan memburuknya prospek dapat membenarkan pengetatan yang lebih besar daripada yang saat ini diprakirakan. Pasar keuangan melihat setidaknya dua kenaikan suku bunga lagi dari ECB, dengan yang pertama sepenuhnya diperhitungkan pada bulan Oktober dan yang kedua pada bulan Maret, menurut Reuters.
Sumber : fxstreet.com