Insight

News

yen japan - PT. Midtou Aryacom Futures
Yen Jepang Bertahan Stabil Dekat 161,50 saat Pedagang Waspada terhadap Intervensi Mata Uang

Pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan datar di sekitar 161,60 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini dapat mendukung Dolar AS (USD) terhadap Yen Jepang (JPY). Namun, potensi kenaikan pasangan mata uang ini mungkin terbatas di tengah kekhawatiran intervensi mata uang dari para pejabat Jepang. The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah antara 3,50% dan 3,75% pada pertemuan kebijakan bulan Juni. Kevin Warsh, dalam konferensi pers pertamanya sebagai ketua, mengatakan selama konferensi pers bahwa "stabilitas harga" akan menjadi prinsip panduan The Fed.

Pasar membaca hasil tersebut sebagai hawkish, mendukung Greenback. Ekspektasi kenaikan suku bunga dari The Fed setidaknya sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juli berada di 37,4%, naik dari 8,5% seminggu lalu, menurut CME FedWatch tool, sementara pasar memprakirakan probabilitas 70,2% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan September, naik dari 29,1% seminggu sebelumnya.

Para pedagang dalam keadaan waspada tinggi terhadap intervensi mata uang dari otoritas Jepang setelah pelemahan lebih lanjut pada JPY dan pembicaraan antara Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, dan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Selain itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan pada hari Selasa bahwa ia akan mengambil tindakan yang tepat terhadap pergerakan valuta asing jika diperlukan. "Otoritas Jepang mungkin ingin mengirim pesan melalui perundingan AS-Jepang bahwa mereka bertindak secara terkoordinasi dengan AS dan bahwa hambatan untuk intervensi tidak tinggi," kata Takeru Yamamoto, seorang pedagang di Sumitomo Mitsui Trust Bank di New York.

Ringkasan Opini Bank of Japan (BoJ) dari pertemuan kebijakan moneter bulan Juni menunjukkan mayoritas anggota dewan mendukung kenaikan suku bunga kebijakan pada pertemuan tersebut dengan alasan risiko inflasi menyebar dan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) pokok mendekati target 2%.

Sumber : fxstreet.com

By Admin Midtou
on 2026-06-24
whatsapp: "+6281388188808", // WhatsApp number call_to_action: "", // Call to action position: "left", // Position may be 'right' or 'left' pre_filled_message: "Hi PT. Midtou Aryacom Futures", // WhatsApp pre-filled message