
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkonsolidasi selama sesi Asia pada hari Kamis dan tetap stabil di sekitar wilayah $90,50, masih dalam kisaran tiga hari terakhir.
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa Teheran sedang meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang tetapi tidak berniat mengadakan pembicaraan untuk meredakan konflik Timur Tengah yang semakin meluas. Selain itu, pengerahan pasukan AS tambahan di wilayah tersebut menunjukkan risiko eskalasi konflik lebih lanjut, yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah yang cukup baik pada hari Rabu.
Sementara itu, infrastruktur energi di Iran tetap berada di bawah tekanan. Ditambah lagi, penutupan Selat Hormuz yang efektif membuat premi risiko geopolitik tetap berlaku dan menjadi faktor lain yang mendorong pergerakan valuta asing. Namun, para pedagang tampaknya enggan untuk mengambil risiko besar dan memilih untuk menunggu perkembangan lebih lanjut dalam konflik tersebut.
Sementara itu, ekspektasi bahwa lonjakan harga energi akibat perang akan kembali memicu inflasi dan mendorong Federal Reserve AS (Fed) untuk mengadopsi sikap yang lebih agresif terus menopang Dolar AS (USD). Pelemahan USD lebih lanjut cenderung melemahkan permintaan komoditas yang didenominasi USD dan semakin berkontribusi untuk menekan harga Minyak Mentah.