Insight

News

#Gold#Treding - PT. Midtou Aryacom Futures
Trump Janji Perang Iran Hampir Selesai, Namun Nada Pidatonya Masih Agresif

Dalam pidato nasional terbarunya pada Rabu malam waktu Amerika, Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa “core strategic objectives” Amerika Serikat dalam perang Iran sudah mendekati penyelesaian. Pernyataan itu memberi kesan bahwa Washington ingin membangun narasi bahwa operasi militernya mulai masuk fase akhir setelah perang berjalan sekitar lima minggu.

Namun pidato itu tidak sepenuhnya bernada damai. Dalam laporan Reuters lain yang merangkum pernyataan Trump di pidato yang sama, ia juga mengatakan Washington akan menghantam Iran “extremely hard” dalam dua hingga tiga minggu ke depan dan bahkan memakai frasa “Stone Ages.” Ini membuat pesan Gedung Putih terlihat ganda: di satu sisi berbicara soal tujuan yang hampir selesai, di sisi lain tetap membuka ruang eskalasi militer besar.

Sebelum pidato dimulai, Reuters juga melaporkan Gedung Putih ingin meyakinkan publik bahwa tujuan perang sudah tercapai atau hampir tercapai, termasuk klaim bahwa kemampuan angkatan laut Iran, rudal balistik, dan fasilitas produksi rudalnya telah dihancurkan, serta jaminan bahwa Iran tidak akan memperoleh senjata nuklir. Tetapi sampai sekarang, penjelasan pemerintah AS soal tujuan akhir perang memang sering berubah-ubah, sehingga pasar dan sekutu Washington masih melihat banyak ketidakpastian di balik pidato itu.

Pidato ini datang saat tekanan politik domestik terhadap Trump ikut membesar. Menurut survei Reuters/Ipsos yang dikutip Reuters, 60% pemilih AS menyatakan tidak menyetujui perang ini, dan 66% ingin keterlibatan AS segera diakhiri meskipun target pemerintah belum seluruhnya tercapai. Itu membuat pidato Trump bukan hanya soal kebijakan luar negeri, tetapi juga soal upaya meredakan keresahan publik Amerika yang khawatir pada perang berkepanjangan dan kenaikan harga energi.

Trump juga tetap membawa isu NATO ke dalam narasi perang Iran. Reuters melaporkan ia menyebut dirinya “absolutely” mempertimbangkan penarikan AS dari NATO karena kecewa sekutu Eropa tidak membantu menjaga jalur minyak di Selat Hormuz. Jadi, pidato ini bukan sekadar pesan ke Iran, tetapi juga sinyal tekanan baru ke sekutu-sekutu Barat yang dinilai Washington tidak cukup mendukung agenda militernya.

Reaksi pasar sebelum pidato sempat mengarah ke optimisme bahwa Trump akan memberi sinyal de-eskalasi. Reuters mencatat minyak turun lebih dari US$1 dan dolar melemah karena investor berharap AS segera menarik diri dari perang Iran. Tapi setelah pidato, pesan yang muncul justru lebih rumit: ada klaim bahwa target strategis hampir selesai, namun ancaman serangan lanjutan tetap keras. Itu berarti pasar dan kawasan Timur Tengah masih harus membaca apakah pidato ini benar-benar pembuka jalan keluar, atau hanya fase baru dari tekanan militer AS.

Inti pidato Trump

  • Trump mengatakan target strategis utama AS dalam perang Iran “mendekati selesai.”
  • Pada saat yang sama, ia juga mengatakan AS akan menghantam Iran “extremely hard” dalam dua sampai tiga minggu ke depan.
  • Pemerintah AS sebelumnya mengisyaratkan ingin menggulung perang dalam dua sampai tiga minggu, tetapi pesan internal dan publik dari Trump sendiri beberapa kali berubah.
  • Trump tetap mengaitkan perang Iran dengan kekecewaannya terhadap NATO dan dukungan sekutu Eropa.

Hal yang perlu diperhatikan

  • Apakah “hampir selesai” berarti de-eskalasi nyata, atau cuma jeda sebelum serangan baru. Dua pesan Trump masih bertabrakan.
  • Respons Iran. Reuters sebelumnya mencatat Iran membantah klaim Trump bahwa Teheran meminta gencatan senjata.
  • Arah pasar energi. Sebelum pidato, minyak turun karena harapan perang mereda; kalau pasar menilai pidato Trump malah lebih hawkish, volatilitas bisa balik naik.(CP) Sumber: Newsmaker.id
By Admin Midtou
on 2026-04-02, 9:14