Insight

News

#Gold#Treding - PT. Midtou Aryacom Futures
Dolar Tertahan, Emas Ambil Nafas di Perdagangan Asia

Harga emas naik kembali di sesi Asia pada Rabu pagi setelah sempat tertekan tajam pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi saat pasar mulai mencerna ulang penguatan dolar AS yang semalam sempat menyentuh level tertinggi sekitar sepekan, di tengah keraguan pasar terhadap arah gencatan senjata dan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada sesi sebelumnya, emas sempat jatuh lebih dari 2% akibat kombinasi dolar yang menguat dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Reuters melaporkan spot gold turun 2,2% menjadi sekitar US$4.712 per ons pada 21 April, sementara dolar terdorong oleh data penjualan ritel AS yang lebih kuat dan pandangan pasar bahwa komentar Kevin Warsh cenderung hawkish.

Namun, pagi ini pasar Asia mulai menunjukkan respons berbeda. Wall Street Journal melaporkan emas berbalik menguat tipis setelah Donald Trump mengatakan tenggat gencatan senjata dengan Iran diperpanjang sampai ada proposal yang lebih terpadu dari pihak Iran. Laporan itu menyebut spot gold naik sekitar 0,3% ke kisaran US$4.732,45 per ons, menandakan minat safe haven masih bertahan di tengah ketidakpastian geopolitik yang belum benar-benar selesai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa arah emas masih sangat dipengaruhi oleh dua kekuatan utama, yaitu pergerakan dolar AS dan perkembangan konflik Iran. Selama pasar belum mendapatkan kepastian soal negosiasi maupun arah suku bunga AS, emas berpotensi tetap bergerak volatil, dengan setiap perubahan headline geopolitik atau komentar pejabat moneter langsung memicu respons harga. Ini merupakan pembacaan pasar dari rangkaian laporan Reuters dan WSJ hari ini.

Penyebab

  • Emas rebound setelah sehari sebelumnya jatuh lebih dari 2% karena tekanan dari dolar AS yang menguat dan yield obligasi yang naik.
  • Ketidakpastian terkait gencatan senjata dan negosiasi AS-Iran menjaga permintaan safe haven tetap hidup.
  • Donald Trump menyatakan tenggat gencatan senjata diperpanjang sampai ada proposal yang lebih terpadu dari Iran, sehingga pasar kembali menimbang peluang de-eskalasi secara hati-hati.
  • Penguatan dolar semalam mulai dicerna ulang pasar Asia, sehingga emas mendapat ruang untuk bangkit. Ini adalah inferensi pasar berdasarkan perubahan arah harga setelah lonjakan dolar sebelumnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Pergerakan dolar AS masih jadi penentu utama arah emas dalam jangka pendek. Dolar sempat mencapai level tertinggi sekitar sepekan pada Rabu.
  • Yield obligasi AS perlu dipantau karena kenaikan yield biasanya mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
  • Perkembangan negosiasi AS-Iran dan kejelasan soal status gencatan senjata akan sangat memengaruhi permintaan safe haven.
  • Komentar lanjutan soal arah suku bunga AS setelah sidang Kevin Warsh juga bisa memicu volatilitas tambahan pada emas dan dolar.(CP) Sumber: Newsmaker.id 
By Admin Midtou
on 2026-04-22, 9:41