Insight

News

#Gold#Treding - PT. Midtou Aryacom Futures
Tekanan Dolar Seret Emas di Sesi Asia

Harga emas kembali tertekan pada sesi Asia, melanjutkan pelemahan sebelumnya seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Logam mulia ini kesulitan mempertahankan momentum kenaikan di tengah perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung lebih ketat.

Tekanan utama datang dari dolar AS yang masih menguat, didorong oleh pandangan bahwa The Fed belum akan segera memangkas suku bunga. Ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi berkurang, sehingga investor cenderung beralih ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan return lebih menarik.

Selain itu, kenaikan yield Treasury AS turut menambah tekanan bagi emas. Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas, sehingga mempersempit ruang kenaikan harga. Kondisi ini semakin diperkuat oleh stabilnya data ekonomi AS yang belum menunjukkan pelemahan signifikan.

Meski demikian, risiko geopolitik dari ketegangan di Selat Hormuz masih menjadi faktor penahan penurunan emas lebih dalam. Selama konflik AS-Iran belum mereda, permintaan safe haven tetap berpotensi muncul sewaktu-waktu, membuat pergerakan emas cenderung volatil dalam jangka pendek.

Penyebab

Emas tertekan karena penguatan dolar AS, kenaikan yield obligasi, ekspektasi The Fed tetap hawkish, serta data ekonomi AS yang masih solid.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Pantau pergerakan dolar AS, yield Treasury, arah kebijakan The Fed, serta perkembangan geopolitik di Selat Hormuz yang dapat memicu lonjakan permintaan safe haven secara tiba-tiba.(CP)

Sumber: Newsmaker.id

By Admin Midtou
on 2026-04-24, 9:49