
Perak (XAG) diperkirakan tetap bergejolak. Pasar perak tengah mencerna sikap hawkish The Fed, harga minyak yang tinggi, dan membaiknya likuiditas pasar. Dalam jangka pendek, inflasi yang tinggi berpotensi menunda penurunan suku bunga dan menopang dolar AS, sehingga menjadi tekanan bagi perak. Namun dalam jangka panjang, prospek perak dinilai tetap positif, terutama jika area support di kisaran US$50-US$60 mampu bertahan.
Harga perak pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (24/4/2026), menguat 0,33%. Dalam sepekan, perak menguat tipis 0,02%. Pada Senin (27/4/2026) pukul 06.27 WIB, harga perak ada di US$ 74,83 per troy ons atau jatuh 1,12%.
Pasar perak (XAG) menunjukkan volatilitas ketika pasar mencerna sikap hawkish Federal Reserve, kenaikan harga minyak, dan membaiknya likuiditas.
Prospek jangka pendek kemungkinan tetap bergejolak karena inflasi yang lebih tinggi dapat menunda pemangkasan suku bunga dan memperkuat dolar AS. Namun, tren jangka panjang perak tetap positif, terutama jika area support harga di kisaran US$50 hingga US$60 tetap terjaga.
Sumber : cnbcindonesia.com