
Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan dengan kenaikan tipis di dekat 1,1580 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Dolar AS (USD) melemah terhadap Euro (EUR) saat data inflasi AS yang lebih lemah mengurangi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang lebih ketat. Para pedagang akan mengambil lebih banyak isyarat dari pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Christine Lagarde, nanti pada hari Rabu. The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada pertemuan kebijakan September mendatang dan hingga akhir tahun, menurut sebagian besar ekonom dalam jajak pendapat Reuters.
Penilaian pasar terhadap kenaikan suku bunga seperempat poin pada September berbalik menuju peluang hampir 65% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga setelah penurunan pekerjaan yang tak terduga pada bulan Juli, inflasi harga konsumen yang lebih lemah, dan Penjualan Ritel yang lebih lemah. Meski demikian, konflik AS-Iran telah memasuki bulan keenam, dengan Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa ia tidak tertarik untuk memperbarui kesepakatan damai dengan Iran yang akan segera berakhir. Pada hari Selasa, Trump menyatakan bahwa "tidak ada perundingan atau percakapan yang sedang berlangsung, atau dijadwalkan, dengan Republik Islam Iran," seraya menambahkan bahwa blokade laut tetap berlaku sepenuhnya dan efektif. Tanda-tanda konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengangkat mata uang safe-haven seperti Greenback dan menjadi hambatan bagi pasangan mata uang ini.
Di seberang Atlantik, pasar keuangan kini memprakirakan kelanjutan siklus kenaikan suku bunga ECB. ECB Watch Tool menunjukkan peluang 90% hingga 94% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin (bp) menjadi 2,50% pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan pada 9 September. Kepala ekonom ECB, Philip Lane, mengatakan pada hari Selasa bahwa inflasi Zona Euro di 3% masih terlalu tinggi meskipun terlihat moderat dibandingkan level-level sebelumnya.
Sumber : fxstreet.com