
Emas (XAU/USD) mempertahankan bias bullishnya menjelang sesi Eropa dan saat ini diperdagangkan di bawah angka bulat $4.600 atau puncak tertinggi sepanjang masa baru, yang dicapai awal Senin lalu. Invasi AS di Venezuela, ancaman aksi militer Presiden AS Donald Trump sebagai respons terhadap kerusuhan di Iran, perang Rusia-Ukraina, perselisihan China-Jepang, dan desakan Gedung Putih untuk mengakuisisi Greenland membuat investor tetap waspada. Hal ini, pada gilirannya, berdampak pada sentimen risiko global dan terus mendukung status emas sebagai aset safe-haven.
Sementara itu, kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve AS (Fed) menyeret Dolar AS (USD) menjauh dari level tertingginya sejak 5 Desember, yang dicapai pada hari Jumat, dan berkontribusi mendorong aliran dana menuju Emas yang tidak memberikan imbal hasil. Meskipun demikian, data pekerjaan AS yang dirilis pada hari Jumat meredam ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed yang agresif pada tahun 2026, yang pada gilirannya membatasi potensi kenaikan harga logam mulia tersebut. Para pedagang juga tampaknya enggan untuk memasang taruhan bullish baru di sekitar pasangan XAU/USD dan mungkin memilih untuk tetap berada di posisi netral menjelang angka inflasi AS minggu ini