
Harga Emas (XAU/USD) naik hingga sekitar $4.600 pada awal sesi Asia, Rabu. Logam mulia ini mendapatkan momentum karena para pedagang memperkuat taruhan pada penurunan suku bunga AS setelah rilis data inflasi. Para pedagang akan mengambil lebih banyak petunjuk dari data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS di kemudian hari.
Laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS baru-baru ini memberikan dukungan bagi logam mulia berwarna kuning karena CPI inti berada di bawah ekspektasi analis, meningkatkan peluang Federal Reserve AS (Fed) untuk terus memangkas suku bunga tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya peluang untuk memegang emas, sehingga mendukung logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.
Selain itu, ketidakpastian menyelimuti bank sentral AS di tengah ancaman baru dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pasukan keamanan Republik islam telah menindak demonstrasi besar-besaran, dengan ratusan orang dilaporkan tewas.
Pemerintah telah memutus akses internet di Iran, sehingga sulit untuk memverifikasi bagaimana situasi berkembang di lapangan. Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan jika pemerintah membunuh para demonstran.
Data Penjualan Ritel dan PPI AS akan menjadi sorotan utama pada hari Rabu. Laporan-laporan ini dapat memberikan beberapa petunjuk tentang arah suku bunga AS. Tanda-tanda inflasi yang lebih tinggi di AS dapat mendorong penguatan Dolar AS (USD) dan menekan harga komoditas yang didenominasi USD dalam jangka pendek.