
Harga minyak bergerak stabil karena trader menimbang dua hal sekaligus: cuaca ekstrem di AS yang mengganggu aktivitas kilang, versus gambaran pasar yang masih khawatir pasokan global bakal longgar.
Di awal sesi Asia, WTI (Mar) berada di sekitar $60,85/barel (+0,4%), sementara Brent (Mar) bertahan di kisaran $65,59/barel (-0,4% penutupan Senin).
Badai musim dingin yang menyapu AS sempat bikin operasi energi terganggu. Reuters melaporkan unit di kompleks Exxon Baytown mulai dihentikan karena suhu beku, dan gangguan juga muncul di beberapa fasilitas lain di kawasan Gulf Coast. Dampaknya ke permintaan/produksi masih dinilai “sementara”, tapi pasar tetap siaga karena salju dan es bisa memperpanjang gangguan logistik.
Dari sisi geopolitik, “premi risiko” tetap nempel setelah Trump mengirim aset militer ke Timur Tengah dan tensi AS–Iran kembali jadi perhatian. Ini bikin harga nggak gampang turun dalam, meski faktor fundamental jangka menengah masih bicara potensi oversupply.
Intinya, minyak lagi ditarik dua arah: cuaca ekstrem dan geopolitik menahan penurunan, sementara ekspektasi pasokan yang melimpah membatasi reli. Jadi, harga cenderung stabil dulu sambil menunggu data dan headline berikutnya. (az)
Sumber: Newsmaker.id