
Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan datar di sekitar $4.540 selama sesi awal Asia pada hari Kamis. Para pedagang terus menilai perkembangan seputar negosiasi perdamaian AS-Iran yang terhenti dan ancaman terhadap Selat Hormuz. Pembacaan awal Indeks Manajer Pembelian (PMI) AS untuk bulan Mei akan diterbitkan pada hari Kamis.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa AS berada di "tahap akhir" negosiasi dengan Iran, yang memicu harapan investor bahwa kesepakatan sudah dekat. Namun, Trump juga menegaskan kembali janji untuk memulai kembali serangan dalam beberapa hari mendatang jika Iran tidak menyetujui persyaratannya.
"Segala jenis penyelesaian perang atau pembukaan Selat Hormuz akan berdampak positif bagi pasar emas karena diharapkan suku bunga akan turun, dan oleh karena itu akan menjadi peluang atau bermanfaat bagi pasar emas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan April yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa mayoritas pejabat Federal Reserve (Fed) memperingatkan bahwa bank sentral kemungkinan perlu mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi terus berada di atas target 2% mereka.
Risalah tersebut menyoroti semakin dalamnya kekhawatiran di kalangan pejabat Fed tentang tekanan inflasi yang dipicu oleh perang Iran. Pada pertemuan April, FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dana federal tetap stabil dalam kisaran 3,5% hingga 3,75%.