
Pasangan mata uang USD/JPY menguat ke sekitar 159,10 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. Data inflasi Jepang yang lebih lemah membebani Yen Jepang (JPY) terhadap Dolar AS (USD). Laporan Indeks Sentimen Konsumen Michigan AS untuk bulan Mei akan dirilis pada hari Jumat. Data yang dirilis oleh Biro Statistik Jepang pada hari Jumat menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Nasional naik sebesar 1,4% YoY pada bulan April, dibandingkan dengan 1,5% pada bulan Maret. Sementara itu, inflasi inti IHK Jepang naik sebesar 1,4% YoY pada bulan April, menandai laju tahunan terendah dalam empat tahun.
Namun, para analis memprakirakan inflasi akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, karena biaya minyak yang tinggi dan gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah mendorong perusahaan-perusahaan untuk menaikkan harga berbagai produk. Yen Jepang melemah tipis sebagai reaksi langsung terhadap laporan inflasi yang lebih lemah. Data ini menjadi salah satu faktor yang akan dikaji oleh Bank of Japan (BoJ) pada pertemuan kebijakan bulan Juni, di mana dewan diprakirakan secara luas akan menaikkan suku bunga kebijakan jangka pendek menjadi 1,0% dari 0,75%.
Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) bulan April yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa mayoritas pejabat Federal Reserve (The Fed) memperingatkan bahwa bank sentral kemungkinan perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga jika inflasi terus berjalan di atas target 2%. Risalah rapat menyoroti kekhawatiran yang semakin dalam di antara pejabat The Fed terhadap tekanan inflasi yang dipicu oleh perang di Iran.
Sumber : fxstreet.com