
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser ekspektasi “cut rate cepat”, sementara penguatan dolar menambah tekanan pada logam mulia.
Emas spot turun 0,42% ke $5.062,94/oz.
Pergerakan logam lain ikut terkoreksi setelah reli tajam sehari sebelumnya. Perak turun 0,99% ke $83,481/oz, menandakan pasar mulai “mendinginkan” volatilitas tinggi yang sempat terjadi.
Tekanan juga terlihat pada logam industri-mulia. Platinum melemah 1,21% ke $2.119,75/oz, sementara palladium turun 1,59% ke $1.714,25/oz.
Secara fundamental, data NFP yang kuat biasanya membuat yield naik dan mengurangi daya tarik emas (karena emas tidak memberi imbal hasil). Namun, pasar masih menimbang sinyal campuran: sehari sebelumnya penjualan ritel AS yang stagnan sempat memunculkan kekhawatiran daya beli konsumen, sehingga arus “safe-haven” belum sepenuhnya hilang.
Fokus berikutnya beralih ke rilis data lanjutan—terutama klaim pengangguran mingguan dan CPI AS—yang berpotensi menentukan apakah pasar kembali agresif mem-price pemangkasan suku bunga, atau justru semakin mengunci skenario “higher for longer” yang cenderung membatasi ruang naik emas. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id