Insight

News

#minyakmentah#treding - PT. Midtou Aryacom Futures
Inventori AS Merosot Dalam, Harga Minyak Kian Menguat

Harga minyak bergerak stabil di dekat level tertinggi enam bulan, setelah reli tajam dua sesi terakhir dipicu meningkatnya risiko geopolitik. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran memiliki “10–15 hari” sebagai batas waktu negosiasi terkait program nuklir, di saat Washington memperkuat postur militernya di Timur Tengah.

Di pasar, WTI bertahan di sekitar $67 per barel setelah menguat hampir 7% dalam dua sesi sebelumnya, sementara Brent ditutup di dekat $72. Pada penutupan Kamis, Brent naik 1,9% ke $71,66/barel dan WTI naik 1,9% ke $66,43/barel, mengonfirmasi penguatan ke level tertinggi sekitar enam bulan.

Kekhawatiran terbesar pasar adalah skenario eskalasi yang mengganggu arus pengiriman lewat Selat Hormuz, jalur vital yang menampung sekitar 20% pasokan minyak global. Risiko ini mendorong “premi geopolitik” menempel di harga, dan membuat pelaku pasar lebih agresif memasang perlindungan terhadap potensi lonjakan harga jika konflik membesar.

Dukungan bullish juga datang dari data fundamental AS. Laporan EIA menunjukkan stok minyak mentah AS turun 9 juta barel pada pekan terakhir  penurunan terbesar sejak awal September sementara stok bensin dan distilat juga turun, seiring aktivitas kilang dan permintaan yang menguat. Kondisi ini memperketat pasokan jangka pendek dan membantu harga bertahan di area tinggi.

Ke depan, arah minyak akan sangat ditentukan oleh dua hal: seberapa cepat tensi AS–Iran mereda atau justru meningkat, serta apakah jalur Hormuz tetap aman dari gangguan. Selama ketidakpastian geopolitik bertahan dan inventori AS menyusut, pasar cenderung mempertahankan bias naik meski volatilitas berpotensi tinggi karena headline dapat mengubah sentimen dengan cepat.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

By Admin Midtou
on 2026-02-20, 9:48