Insight

News

#emas#komoditi#trading - PT. Midtou Aryacom Futures
Harga emas stabil di bawah $5.200 karena prospek The Fed mengimbangi risiko geopolitik
  • Harga emas melanjutkan pergerakan konsolidasi mendatar sepanjang sesi Asia pada hari Jumat.
  • Risiko geopolitik dan ketidakpastian perdagangan terus menjadi pendorong bagi XAU/USD.
  • Berkurangnya spekulasi penurunan suku bunga Fed memberikan dukungan kepada USD dan membatasi komoditas yang tidak memberikan imbal hasil.


Emas (XAU/USD) kesulitan memanfaatkan kenaikan kecil yang tercatat selama dua hari terakhir dan berfluktuasi dalam kisaran perdagangan sempit di bawah angka $5.200 selama sesi Asia pada hari Jumat. Risiko geopolitik tetap berperan di tengah peningkatan besar-besaran kekuatan angkatan laut dan udara Amerika di Timur Tengah. Selain itu, Presiden AS Donald Trump memaparkan kemungkinan serangan terhadap Iran dalam pidato kenegaraannya dan mengatakan pada hari Selasa bahwa ia tidak akan membiarkan negara pendukung terorisme terbesar di dunia itu memiliki senjata nuklir. Hal ini, bersama dengan ketidakpastian terkait perdagangan yang terus berlanjut, bertindak sebagai pendorong bagi logam mulia tersebut.


AS melanjutkan pemberlakuan tarif 10% untuk semua barang yang tidak dikecualikan, tarif yang awalnya diumumkan oleh Trump pada hari Jumat, menyusul putusan Mahkamah Agung yang menentang tarifnya yang luas, bukan 15% yang dijanjikannya sehari kemudian. Namun, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintah sedang berupaya menaikkan tarif menjadi 15%, yang memicu kekhawatiran tentang tindakan balasan dan dampak ekonomi dari gangguan rantai pasokan global. Mengingat perubahan sikap Trump yang tidak menentu terkait tarif, kecemasan tentang berapa lama tarif ini akan berlanjut membuat investor tetap waspada dan ternyata menjadi faktor lain yang mendukung emas sebagai aset safe-haven tradisional.


Sementara itu, para pedagang mengurangi taruhan mereka untuk pelonggaran kebijakan yang lebih agresif oleh Federal Reserve AS (Fed) setelah risalah dari pertemuan FOMC Januari menunjukkan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Selain itu, para pejabat membahas kemungkinan menaikkan suku bunga jika inflasi tidak mereda. Hal ini membuat Dolar AS (USD) tetap berada dalam jangkauan puncak bulanan dan membatasi potensi kenaikan harga emas yang tidak memberikan imbal hasil. Lebih lanjut, AS dan Iran sepakat untuk melakukan lebih banyak pembicaraan nuklir, meredakan kekhawatiran tentang potensi permusuhan. Hal ini berkontribusi untuk menahan harga komoditas dan memerlukan kehati-hatian bagi para pelaku pasar bullish.

Fokus pasar kini beralih ke rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS, yang akan dirilis nanti selama sesi Amerika Utara. Selain itu, pidato-pidato dari anggota FOMC yang berpengaruh akan memainkan peran kunci dalam mendorong permintaan USD dan memberikan dorongan pada harga emas menjelang akhir pekan. Meskipun demikian, pasangan XAU/USD tetap berada di jalur yang tepat untuk mencatat kenaikan selama empat minggu berturut-turut, dan latar belakang fundamental yang lebih luas menunjukkan bahwa setiap koreksi penurunan harga kemungkinan besar akan dimanfaatkan untuk pembelian.

By Admin Midtou
on 2026-02-27, 11:11