
Emas (XAU/USD) mempertahankan bias positif sepanjang sesi Asia pada hari Selasa dan saat ini diperdagangkan di sekitar wilayah $4.775, naik lebih dari 0,65% untuk hari ini. Terlepas dari kegagalan perundingan perdamaian AS-Iran pada akhir pekan, investor tampaknya berharap bahwa pintu diplomasi tetap terbuka dan negosiasi akan berlanjut. Selain itu, ketidakpastian mengenai pergerakan suku bunga di masa mendatang oleh Federal Resereve AS (Fed) membebani Dolar AS (USD). Hal ini membantu emas batangan untuk melanjutkan rebound yang cukup baik dari level di bawah $4.650 pada hari sebelumnya.
Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan nada optimis yang hati-hati mengenai negosiasi dengan Iran dan mengatakan dalam sebuah wawancara di Fox News bahwa kemajuan yang berarti telah dicapai, meskipun pembicaraan belum menghasilkan terobosan. Vance menambahkan lebih lanjut bahwa kerangka kerja untuk kesepakatan komprehensif dapat dicapai jika Iran bersedia mengambil langkah selanjutnya. Optimisme ini, pada gilirannya, tetap mendukung sentimen risiko yang umumnya positif dan melemahkan status dolar AS sebagai mata uang cadangan global, yang menguntungkan komoditas berdenominasi USD, termasuk emas.
Sementara itu, guncangan energi yang disebabkan oleh meluasnya konflik di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran tentang kemungkinan lonjakan tekanan inflasi. Selain itu, data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa inflasi konsumen AS naik paling tinggi dalam hampir empat tahun pada bulan Maret karena lonjakan harga energi yang dipicu perang, sehingga mengalihkan fokus pada potensi kenaikan suku bunga tahun ini. Namun, FedWatch Tool dari CME Group menunjukkan peluang 30% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Desember, yang semakin melemahkan USD dan menguntungkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Faktor-faktor pendukung yang disebutkan di atas mengangkat pasangan XAU/USD ke area $4.777 dalam satu jam terakhir, meskipun kenaikan tersebut kurang memiliki keyakinan bullish di tengah ketidakstabilan yang berkelanjutan di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa blokade Angkatan Laut AS di jalur air strategis tersebut telah resmi dimulai dan bersumpah untuk menghancurkan kapal perang Iran yang mendekat. Iran menanggapi dengan ancaman terhadap semua pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman. Hal ini membuat risiko geopolitik tetap ada, yang menahan para pelaku pasar bearish USD untuk melakukan taruhan agresif dan membatasi harga emas.