Insight

News

#Gold#Treding - PT. Midtou Aryacom Futures
Harga emas turun mendekati $4.800 karena inflasi yang dipicu oleh harga minyak meredupkan harapan penurunan suku bunga
  • Harga emas anjlok hingga mendekati $4.800 pada sesi awal Asia hari Kamis. 
  • Kenaikan harga minyak memicu inflasi, menciptakan tekanan pada bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. 
  • China memperpanjang tren pembelian emasnya hingga bulan ke-18. 


Harga emas (XAU/USD) anjlok ke sekitar $4.800, mengakhiri tren kenaikan dua hari berturut-turut pada sesi awal Asia, Kamis. Ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah menciptakan lonjakan permintaan aset aman, tetapi momentum tersebut memudar seiring dengan melonjaknya harga minyak. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan geopolitik dan indikator ekonomi untuk mencari dorongan baru.

Bloomberg melaporkan pada hari Rabu bahwa AS dan Iran sedang mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu untuk memberikan lebih banyak waktu untuk menegosiasikan kesepakatan perdamaian. Meskipun demikian, ketegangan tetap sangat tinggi di Selat Hormuz, jalur air penting untuk minyak dan gas yang secara efektif ditutup sejak awal perang hampir tujuh minggu lalu. 

Kenaikan harga minyak telah meningkatkan kekhawatiran inflasi energi, yang meredam ekspektasi penurunan suku bunga, sehingga menekan harga logam mulia tersebut. Emas sering digunakan di tengah ketidakpastian geopolitik tetapi tidak menghasilkan bunga, sehingga kurang menarik ketika suku bunga tinggi.

Di sisi lain, permintaan yang lebih tinggi dari bank sentral utama dapat memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut. Bank Rakyat China (PBoC) telah memperpanjang pembelian emasnya selama 18 bulan berturut-turut hingga Maret 2026. Tren ini menandai pergeseran struktural karena lembaga-lembaga memprioritaskan de-dolarisasi dan diversifikasi di tengah meningkatnya ketidakstabilan global.

By Admin Midtou
on 2026-04-16, 10:10