Insight

News

#Gold#Treding - PT. Midtou Aryacom Futures
Emas Lanjut Turun Pagi Ini, Investor Pantau Damai dan Suku Bunga

Harga emas kembali bergerak turun pada sesi Asia pagi ini seiring berkurangnya permintaan aset safe haven di tengah harapan bahwa ketegangan geopolitik dapat mereda. Reuters melaporkan emas sebelumnya sudah cenderung melemah setelah pasar semakin fokus pada peluang kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ketika risiko geopolitik tidak lagi menjadi satu-satunya perhatian utama, investor mulai mengurangi posisi lindung nilai dan memilih menunggu perkembangan berikutnya.

Tekanan terhadap emas juga datang dari penguatan dolar AS. Reuters melaporkan dolar sempat menguat dalam technical rebound, didukung oleh turunnya klaim pengangguran AS dan munculnya kembali keyakinan bahwa ekonomi AS belum cukup lemah untuk memaksa The Fed buru-buru memangkas suku bunga. Kondisi ini membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli non-dolar, sehingga menahan daya tarik logam mulia tersebut di perdagangan pagi.

Selain itu, pasar juga masih menimbang dampak harga energi terhadap arah kebijakan moneter. Walaupun harapan damai membantu meredakan ketakutan inflasi, Reuters mencatat bahwa gangguan di Selat Hormuz belum benar-benar selesai dan harga minyak masih menjadi faktor penting dalam pembentukan ekspektasi suku bunga. Artinya, emas saat ini tertarik ke dua arah: di satu sisi kehilangan dukungan dari safe haven, tetapi di sisi lain masih bisa tertahan jika risiko inflasi energi kembali meningkat.

Secara keseluruhan, penurunan emas pada sesi Asia pagi ini menunjukkan bahwa pasar sedang masuk ke fase yang lebih selektif. Sentimen damai, dolar yang lebih kuat, dan memudarnya dorongan safe haven menjadi kombinasi utama yang menekan harga. Selama belum ada kejutan baru dari geopolitik atau sinyal dovish yang jelas dari The Fed, emas berpotensi tetap bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.

Penyebab:

  • Harapan damai AS-Iran menurunkan minat pasar terhadap aset safe haven seperti emas.
  • Dolar AS menguat, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed belum menguat, sehingga daya tarik emas tertahan.
  • Pasar mulai melakukan profit-taking setelah emas sebelumnya sempat mendekati level tinggi bulanan.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Perkembangan terbaru negosiasi AS-Iran, karena ini sangat memengaruhi kebutuhan safe haven.
  • Arah dolar AS, karena penguatan lanjutan bisa kembali menekan emas.
  • Pergerakan harga minyak dan kondisi Selat Hormuz, sebab risiko inflasi energi bisa mengubah arah pasar.
  • Komentar pejabat The Fed dan perubahan ekspektasi suku bunga, yang tetap jadi penentu utama arah emas berikutnya.(CP) Sumber: Newsmaker.id
By Admin Midtou
on 2026-04-17, 9:29